Self Harm, Penyakit Psikologi yang Melukai Diri Sendiri
Self-harm masih dianggap tabu untuk dibicarakan. Anggapan bahwa self-harm hanya aksi untuk mencari perhatian, tidak tahu rasa bersyukur terhadap hidup, atau sesuatu yang menakutkan turut menjadi alasan. Padahal, bisa saja di antara kita, atau bahkan diri kita sendiri pernah melakukan, lalu merasa bingung untuk terbebas dari self-harm.
Apa itu Self Harm?
Self-harm atau Self-injury adalah tindakan yang menimbulkan luka-luka pada tubuh sendiri secara sengaja. Secara ringkas self-harm didefinisikan sebagai mekanisme coping yang digunakan seorang individu untuk mengatasi rasa sakit secara emosional atau menghilangkan rasa kekosongan kronis dalam diri dengan memberikan sensasi pada diri sendiri.
Self-harm tersendiri dapat dilakukan dengan menyakiti diri dapat dilakukan secara fisik seperti, menyayat, mencakar, memukul, menggigit, membenturkan kepala ke dinding, menarik rambut, menelan sesuatu yang berbahaya, atau overdosis zat tertentu. Menyakiti diri juga dapat dilakukan secara halus seperti, tidak memerhatikan kondisi fisik, tidak memedulikan kebutuhan emosional, atau menempatkan diri pada situasi yang berbahaya.
Gejala Self Harm
Terdapat cara mudah mengetahui apakah orang tersebut menderita self-harm adalah dengan melihat tanda dan gejala-gejala :
- Bekas luka, biasanya dalam pola atau luka di tempat yang sama
- Biasanya luka tampak masih segar, goresan, memar, bekas gigitan, dan luka lainnya
- Memegang benda tajam di tangan
- Mengenakan baju lengan panjang atau celana panjang, bahkan dalam cuaca panas
- Perilaku dan ketidakstabilan emosi, impulvisitas, dan tidak dapat diprediksi
- Biasanya alasan luka karena kecelakaan yang tidak disengaja
- Menggosok area yang berlebihan untuk membuat luka bakar
- Kesulitan dalam hubungan interpersonal
- Penyataan tidak berdaya, putus asa, dan tidak berharga
Penyebab Self Harm
Tentu self-harm bukanlah suatu hal yang diinginkan, sebenarnya tidak ada satu penyebab tunggal atau sederhana yang menyebabkan penderita self-harm untuk melukai dirinya sendiri. Secara umum, penyebab self-harm adalah :
- Tidak mampu untuk mengatasi masalah dengan baik
2. Kesulitan untuk mengendalikan emosi
Seseorang sulit untuk mengatur waktu, mengekspresikan ataupun untuk memahami emosi mereka sendiri. Campuran emosi yang memicu bahaya self-harm itu kompleks. Contohnya, mungkin ada perasaan tidak berharga, kesepian, marah, panik, bersalah, penolakan, kebencian terhadap diri sendiri atau kebingungan seksualitas.
Bahaya self-harm pada penderitanya akan melukainya dirinya sendiri, dan ia mungkin akan mencoba hal berikut :
Seseorang sulit untuk mengatur waktu, mengekspresikan ataupun untuk memahami emosi mereka sendiri. Campuran emosi yang memicu bahaya self-harm itu kompleks. Contohnya, mungkin ada perasaan tidak berharga, kesepian, marah, panik, bersalah, penolakan, kebencian terhadap diri sendiri atau kebingungan seksualitas.
Bahaya self-harm pada penderitanya akan melukainya dirinya sendiri, dan ia mungkin akan mencoba hal berikut :
- Mengatasi atau mengurangi tekanan yang parah atau kecemasan dan memberikan rasa lega
- Menghukum diri karena kesalahan yang dirasakan
- Menyediakan selingan dari emosi yang menyakitkan melalui rasa sakit fisik
- Mengomunikasikan depresi atau perasaan tertekan ke dunia luar
- Merasakan kontrol atas tubuh, perasaan, dan situasi kehidupannya
- Merasakan sesuatu -apa saja- bahkan jika itu adalah rasa sakit fisik, ketika merasa kosong secara emosional
- Mengekspresikan perasaan internal dengan cara eksternal
Jenis Self Harm
Sebenarnya self-harm merupakan kelainan yang terjadi akibat depresi dan stress yang berkepanjangan. Berikut ini terdapat beberapa macam jenis self-harm :
- Self harm ringan
2. Self harm sedang
Jenis self-harm ini sudah mulai tidak wajar tetapi masih dapat ditoleransi. Salah satu bahaya self-harm sedang adalah meremas tangan, menampar pipi jika kesal, menjambak rambut jika stres, hingga mencubiti diri sendiri. Bahaya lainnya dari self-harm adalah membentur-benturkan kepala ke tembok. Namun sebaiknya bahaya self-harm dihindari karena akan berakibat buruk bagi penderitanya.
Jenis self-harm ini sudah mulai tidak wajar tetapi masih dapat ditoleransi. Salah satu bahaya self-harm sedang adalah meremas tangan, menampar pipi jika kesal, menjambak rambut jika stres, hingga mencubiti diri sendiri. Bahaya lainnya dari self-harm adalah membentur-benturkan kepala ke tembok. Namun sebaiknya bahaya self-harm dihindari karena akan berakibat buruk bagi penderitanya.
3. Self harm berat
Ini merupakan trauma psikologis yang amat berat. Jenis self-harm ini biasanya diakibatkan oleh depresi yang sangat berat. Self-harm berat termasuk mengkhawatirkan, bahaya self-harm pada penderitanya bahkan dapat melakukan tindakan ekstrem seperti menyayat diri sendiri, melukai lengan, membakar diri, minum racun serangga, hingga menabrakkan diri ke mobil hingga bunuh diri.
Jika mengalami depresi, sebaiknya anda belajar tenang dan menyelesaikan sesuatu dengan kepala dingin. Jangan sampai melakukan hal yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain karena ini akan menyebabkan hal yang sangat berbahaya.
Faktor Risiko Self Harm
Biasanya orang yang menderita self-harm adalah remaja dan dewasa muda, meskipun mereka berada pada kelompok usia lain juga melukai diri sendiri. Self-harm biasanya dimulai pada masa remaja praremaja atau awal, ketika emosi masih labil dan remaja menghadapi tekanan teman sebaya yang meningkat, kesepian, dan konflik dengan orang tua atau sosok yang disegani lainnya.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami self-harm adalah :
Ini merupakan trauma psikologis yang amat berat. Jenis self-harm ini biasanya diakibatkan oleh depresi yang sangat berat. Self-harm berat termasuk mengkhawatirkan, bahaya self-harm pada penderitanya bahkan dapat melakukan tindakan ekstrem seperti menyayat diri sendiri, melukai lengan, membakar diri, minum racun serangga, hingga menabrakkan diri ke mobil hingga bunuh diri.
Jika mengalami depresi, sebaiknya anda belajar tenang dan menyelesaikan sesuatu dengan kepala dingin. Jangan sampai melakukan hal yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain karena ini akan menyebabkan hal yang sangat berbahaya.
Faktor Risiko Self Harm
Biasanya orang yang menderita self-harm adalah remaja dan dewasa muda, meskipun mereka berada pada kelompok usia lain juga melukai diri sendiri. Self-harm biasanya dimulai pada masa remaja praremaja atau awal, ketika emosi masih labil dan remaja menghadapi tekanan teman sebaya yang meningkat, kesepian, dan konflik dengan orang tua atau sosok yang disegani lainnya.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami self-harm adalah :
- Memiliki teman yang menderita self-harm
2. Masalah kehidupan
Beberapa orang yang melukai diri telah diabaikan, secara seksual, fisik, atau emosional disalahgunakan, atau mengalami peristiwa traumatis lainnya. Mereka mungkin telah tumbuh dan masih berada dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, atau mereka mungkin orang muda yang masih mencari jati diri atau seksualitas mereka. Beberapa orang yang melukai diri secara sosial terisolasi atau dikucilkan.
3. Masalah mental
Orang yang melukai diri sendiri cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri dan menjadi pemecah masalah yang buruk. Selain itu, bahaya self-harm umumnya dikaitkan dengan gangguan mental tertentu, misalnya seperti : gangguan kepribadian, depresi, gangguan kecemasan, stress pasca-trauma, dan gangguan makan.
4. Minum alkohol atau menggunakan narkoba
Orang yang membahayakan dirinya sendiri biasanya melakukannya saat berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
Meskipun self-harm biasanya bukan upaya bunuh diri, tetapi self-harm dapat meningkatkan risiko bunuh diri karena masalah emosional yang memicu self-harm. Pola merusak tubuh pada saat tertekan juga bisa menjadi pemicu bunuh diri lebih mungkin terjadi.
Orang yang membahayakan dirinya sendiri biasanya melakukannya saat berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
Meskipun self-harm biasanya bukan upaya bunuh diri, tetapi self-harm dapat meningkatkan risiko bunuh diri karena masalah emosional yang memicu self-harm. Pola merusak tubuh pada saat tertekan juga bisa menjadi pemicu bunuh diri lebih mungkin terjadi.
Cara Mencegah Self Harm
Tentu tidak ada cara yang pasti untuk menyembuhkan atau mencegah bahaya self-harm pada seseorang yang anda cintai. Tetapi mengurangi risiko self-harm adalah cara yang melibatkan indivu dengan individu lainnya. Orang tua, anggota keluarga, guru, pelatih, atau teman dapat membantu kondisi ini.
- Identifikasi orang yang berisiko dan tawarkan bantuan
Cara mengatasi seseorang yang berisiko mengalami self-harm adalah dengan mengajarkannya untuk menjadi orang yang tangguh dan keterampilan memecahkan masalah dengan cara yang sehat untuk dapat digunakan selama masa-masa sulit.
2. Meningkatkan kesadaran
Pelajari tentang tanda-tanda gejala self-harm dan apa yang harus dilakukan ketika Anda mencurigainya. Untuk menghindari bahaya self-harm, Anda harus cermat mengamati gerak-gerik seseorang terhadap gejalanya.
Pelajari tentang tanda-tanda gejala self-harm dan apa yang harus dilakukan ketika Anda mencurigainya. Untuk menghindari bahaya self-harm, Anda harus cermat mengamati gerak-gerik seseorang terhadap gejalanya.
3. Dorong teman-teman untuk mencari bantuan
Teman yang sebaya tentu cenderung setia kepada teman. Beri motivasi anak-anak, remaja, dan dewasa muda untuk menghindari kerahasiaan atau menutup diri dan mencari bantuan jika mereka memiliki kekhawatiran tentang seorang teman atau orang yang dicintai.
Teman yang sebaya tentu cenderung setia kepada teman. Beri motivasi anak-anak, remaja, dan dewasa muda untuk menghindari kerahasiaan atau menutup diri dan mencari bantuan jika mereka memiliki kekhawatiran tentang seorang teman atau orang yang dicintai.
4.Dorong ekspansi jejaring sosial
Banyak orang yang melukai diri sendiri karena merasa kesepian atau putus interaksi dengan dunia luar. Membantu seseorang membentuk koneksi ke orang yang tidak melukai diri sendiri bisa meningkatkan keterampilan komunikasi dan hubungan.
Banyak orang yang melukai diri sendiri karena merasa kesepian atau putus interaksi dengan dunia luar. Membantu seseorang membentuk koneksi ke orang yang tidak melukai diri sendiri bisa meningkatkan keterampilan komunikasi dan hubungan.
5. Diskusikan soal pengaruh media
Media massa, media sosial, musik, dan media lainnya yang sangat terlihat menampilkan self-harm yang dapat mendorong anak-anak yang rentan dan orang dewasa muda untuk bereksperimen. Mengajarkan anak-anak keterampilan dan berpikir kritis tentang pengaruh di sekitar mereka dapat mengurangi dampak bahaya self-harm.
Media massa, media sosial, musik, dan media lainnya yang sangat terlihat menampilkan self-harm yang dapat mendorong anak-anak yang rentan dan orang dewasa muda untuk bereksperimen. Mengajarkan anak-anak keterampilan dan berpikir kritis tentang pengaruh di sekitar mereka dapat mengurangi dampak bahaya self-harm.



Aku mau jadi bestcoment kalau bisa :)
BalasHapusKalau gua punya temen kek gitu, harus nya gua apain tuh? Jauhin apa kudu gua bantu? Pake alasan ya yg jawab
Ya harus dibantu, buat apa kamu ngejauhin dia?. Dia akan semakin terpuruk kalau kamu jauhi. Ajak dia buat beradaptasi dan tentunya selalu lindungi dia dari barang2 yang berbahaya. Semangat untuk kamu dan teman kamu!
Hapus